DARATAN TIMOER



Pemda TTS Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Bupati TTS

SoE,RND-Bupati TTS Ir.Paul V
sR Mella,MSi di dampingi Sekda TTS Drs.Salmun Tabun,MSi, Kadis Pu TTS Ir.Samoel Nggebu,Kabag Umum dan Sejumlah pimpinan SKPD lingkup setda TTS meninjau dari dekat lokasi pembangunan kantor bupati TTS seluas 5000 meter persegi,  yang kini sedang di kerjakan PT.Hutama Karya di jalur luar pinggir keluarahan karang siri kecamatan  kota SoE Kab TTS Senin 1/10 kemarin ."

      Pantauan wartawan di lokasi pembangunan Kantor bupati TTS di jalur dua pinggir kota SoE Senin 1/10 kemarin terlihat suasana aktifitas pembangunan kantor bupati TTS se
jumlah alat berat berupa  eksavator, leher angsa ,dan bor bumi,sudah mulai dilakukan pekerjaan  sekitar lokasi di awasi karyawan PT.Hutama Karya dan  Dinas PU Setda Kab TTS."

     Bupati TTS Ir.Paul V R Mella,MSi yang sempat
kepada wartawan di lokasi pembangunan kantor bupati menyebutkan kegiatan pembangunan kantor bupati sudah mulai dikerjakan dengan konstruksi bangunan dua lantai,diareal 4,9 Ha dan luas bangunan 5000 meter persegi di kerjakan BUMN PT.Hutama Karya Persero dengan total pagu sebesar dana Rp.32 Milyart dan kelender kerja 460 hari kerja dua tahun efektif."
 
   
dikatakan Mella kegiatan pembangunan kantor bupati TTS idealnya sudah berlangsung sejak awal tahun 2012 ,namun ada beberapa kendala yang perlu di bereskan oleh pemda TTS dan pihak kehutanan RI sehingga kegiatan pembangunan kantor bupati baru di lakukan kegiatanya awal september dan di rencanakan sesuai kesepakatan jadwal peletekan batu pertama akan berlangsung hari ini Rabu (3/10)
     Di katakan dari total pagu anggaran yang di tetapkan sebsesar Rp.35 milyart ,pemda TTS telah menyetor 20 persen
 uang muka untuk kontrak tahun pertama sebesar Rp.15 milyart dari dana yang sudah di kantongi kontraktor PT.Hutama Karya sebagai uang muka 20 persen dari kontrak anak yang sudah di terima sebanyak Rp.3 milyart bersumber dari dana cadangan APBD II TTS TA 2012 ."
    Sementara untuk kantor DPRD TTS juga akan segera di bangun dalam tahun
2012  saat ini diatas lahan 3000 meter persegi,tetapi masih berupa rencana dan ada pertimbangan lembaga DPRD TTS sehingga baru terealisasi pembangunan kantor DPRD TTS " kata Mella (Van)

Dishub Kota kupang Tertibkan Terminal Bayangan 

KUPANG,RND-Dinas Perhubungan Kota kupang turunkan personil untuk menertibkan terminal bayangan yang bermunculan di beberapa titik ruas jalan.
"kami telah tempat para petugas untuk terus untuk menertibkan sopir yang menaikkan penumpang di luar terminal," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang,Drs.Yohanes Gosa, kepada RND di Kantor DPRD,Senin (1/10),kemarin menanggapi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang minta Dinas Perhubungan Kota Kupang  untuk menertibkan terminal bayangan yang masih marak dijumpai di Kota Kupang.
Gosa mengatakan,petugas yang berjaga dititik tersebut tidak sepenuhnya berjaga satu kali 24 jam ,namun petugas hanya menjaga pada wkatu pagi dan jam keluar sekolah.Karena jam-jam seperti itu yang banyak sopir parkir ditanda larangan untuk  menaikkan penumpang di luar terminal.

"Kali ini kita akan melakukan sosialisasi kembali kepada sopir atau pemilik kendaraan. Bila tidak diindahkan, maka Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan pihak polisi untuk melakukan penindakan," katanya.


penindakan ini, kata Gosa, akan dilakukan bila sopir yang ditertibkan tidak ada perubahan perilaku dan masih memarkir kendaraan di pinggir jalan untuk menaikkan penumpang.

Sementara ditanyai soal kendaraan pick up yang mennciptakan terminal bayangan disekitar badan jalan di Oeba,Gosa mengatakan,terkait hal itu pihak perhubungan telah berkoordinasi dengan pihak keluarahan untuk bisa menyedia lokasi parkir yang dikelolah kaum pemuda disekitar tempat tersebut.Namun hingga saat ini belum mendapatkan lokasi yang tepat.
"Kami pernah meminta lokasi dengan pihak provinsi,namun belum ada persetujuan,maka itu hingga saat masih mencari lokasinya,"katanya.
Sebelumnya pernah diberitakan terkait terminal bayangan yang masih marak dijumpai di Kota Kupang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang  minta Dinas Perhubungan Kota Kupang  untuk menertibkan. Pasalnya,Keberadaan terminal yang tidak memiliki izin resmi ini mengganggu kelancaran arus kendaraan dan juga dapat mempengaruhi terjadi laka lantas.

Masalah terminal banyang ini merupakan tanggungjawab Dishub kota kupang."Untuk itu tugasnya harus segera dilakukan penertiban oleh Dinas tersebut," ujarnya.

Haning mencotohkan,hal dapat terlihat disekitar wilayah pasar Oeba yang terlihat banyak Pik up yang banyak parkir di sekitar badan jalan untuk memuat penumpang."Hal ini merupakan suatu langka yang seenaknya dilakukan para kendaraan tersebut untuk  menciptakan terminal bayangan di lokasi tersebut,"katanya.

Menurut Haning,hala -hal ini yang perlu dilakukan Dinas perhubungan Kota Kupang untuk segera mengambil langkah untuk kembali melakukan penertiban terminal banyangan tersebut.

Haning menjelaskan,diketahui sudah ada rambu-rambu,dan terminal yang disiapkan untuk kendaraan untuk mengakut penumpang,namun kenyataan ini tidak berfungsi.Hal ini dicurigai jangan sampai sudah ada pembagian khusus antara para sopir dan Dinas Perhubungan sehingga terkesan dibiarkan begitu saja.

"Saya melihat ketiadak ada kepedulian dari Dinas Perhubungan dalam menertibkan terminal banyangan yang saat ini terjadi di Kota Kupang ini,"katanya.keberadaan terminal bayangan ini juga mengganggu keindahan kota.

Haning menilai,dengan adanya pembiaran seperti ini,Dewan mengangap Dinas yang memiliki tanggungjawab terhadap masalah ini tidak berfungsi sama sekali dalam menjalankan tugasnya.Pada hal setiap rapat telah diingatkan agar Dinas tersebut bisa mengatur arus lululintas di Kota ini dengan baik salah satunya penertiban terminal banyangan yang ada.
"Saya minta agar dengan  Wali Kota yang baru bisa mengatasi masalah ini,agar Kota ini bisa terlihat dengan indah,"katanya.(rif)

Pemkot Kupang Terus Berupaya Lakukan Sertifikasi Aset

KUPANG,RND-Pemerintah Kota Kupang akan terus berupaya untuk mengurus sertifikasi aset yang dimiliki.Pasalnya, saat ini, masih banyak lahan yang merupakan aset pemkot yang sudah ada bangunan tapi sertifikatnya belum ada dan bahkan ada yang baru dalam tahap proses.

Kepala bagian (kabag) Tata Pemerintahan sekertariat daerah Kota Kupang,Demus Rame Hau kepada wartawan diruang kerjanya,senin (1/10) mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk menyelesaikan persoalan aset yang dimiliki oleh Pemkot.
"Untuk saat lahan yang sudah bersertifikat sekitar 70 persen sementara yang sisanya masih dalam tahap proses,semoga selesai dengan cepat,"katanya.
Demus mengatakan,dari 70 persen ini, dalam masa jabatanya sudah sekitar 40 persen yang sudah diurus lahan milik Pemkot yang bersertifikat, yang mana baru-baru ini sudah memproses sekitar 53 bidang tanah  yang sudah memiliki sertifikat.."Saat ini kita sudah mengajukan sebanyak 50 bidang lahan  ke BPN untuk diproses sertifikatnya,"katanya
Diakuinya, saat ini untuk pembuatan sertifikat tanah milik pemerintah Kota Kupang masih terbatas, namun mereka akan terus berupaya semua aset milik Pemkot bisa bersertifikat.
Sementara itu DPRD Kota Kupang ,dari Fraksi Golkar melalui pandangan umum yang disampaikan oleh Soleman Kette,SH,M.Hum beberapa waktu lalu menilai ketidak kemampuan Pemkot dalam hal Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekertariat Daerah Kota Kupang untuk bisa menyelasaikan sengketa tanah.
Soleman mengatakan,hal ini terbukti dengan  status kepemilik tanah,khususnya tanah Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kupang,Fraksi Golkar menilai bahwa ini adalah merupakan ketidak kemampuan Pemkot dalam hal Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekertariat Daerah Kota Kupang untuk bisa menyelasaikan sengketa tanah tersebut.(rif)

September 2012 Kota Kupang Terjadi Deflasi 1,11 Persen

KUPANG,RND-Kota Kupang dalam bulan September 2012 mengalami deflasi minus 1,11 persen.Deflasi yang terjadi di Kota Kupang ini terjadi pada 10 komoditas penghambat.

kata kepala Puasat Statistik (BPS) Provinsi NTT,  Ir. S. Aden Gultom, M.M kepada wartawan di kantor BPS NTT,senin (1/10 mengatakan, 10 komoditas yang mengahambat terjadi deflasi di Kota Kupang pada bulan September 2012 diantaranya, komoditas kankung,pasir,rokok kretek filter,daging babi,daun singkong,kontrak rumah,labu siam,bayam,bawang putih dan sewa rumah.

Gultom menjelaskan, untuk komoditas kangkung memberikan andil hanya 0,22 persen,pasir andil yang diberikan 0,14 persen,rokok kretek filter andil yang diberikan 0,11 persen,daging babi andil yang diberikan 0,07 persen,daun singkong andil yang diberikan 0,06 persen,kontrak rumah andil yang diberikan 0,03 persen,labu siam andil yang diberikan 0,03 persen,bayam andil yang diberikan 0,03 persen,bawang putih andil yang diberikan 0,03 persen dan sewa rumah andil yang diberikan 0,02 persen.

Sementara untuk komoditas yang mendorong,namun andil yang diberikan  tidak terlalu signifikan yakni angkutan udara,ikan tembang, sawi putih,cabe merah,cabe rawit,ikan ekor kuning,ikan tongkol,ikan merah,ikan kembung dan daging ayam ras.
Gultom mengatakan,untuk angkutan udara andil yang diberikan minus 0,98 persen,ikan tembang andil yang diberikan minus 0,15 persen, sawi putih andil yang diberikan minus 0,08 persen,cabe merah andil yang diberikan minus 0,07 persen,cabe rawit andil yang diberikan minus 0,07 persen,ikan ekor kuning andil yang diberikan minus 0,07 persen,ikan tongkol andil yang diberikan minus 0,06 persen,ikan merah andil yang diberikan minus 0,06 persen,ikan kembung andil yang diberikan minus 0,05 persen dan daging ayam ras andil yang diberikan minus 0,04 persen.

Gultom menambahkan,dari 10 komoditas yang mendorong dan yang menghambat ini ternyata tidak bisa memicu terjadi inflasi namun terjadi deflasi karena andil yang diberikan tidak terlalu cukup besar.Maka itu untuk bulan September 2012 ini Kota Kupang mengalami deflasi.(rif)

Tidak ada komentar: