| Lokasi pasar Pabean, Foto Ido Faot/Rnd Pos |
BA’A,RND—Wajah Lokasi Pertokoan Pabean yang merupakan sebagai wajah Kabupaten Rote Ndao sembrawut dan kumuh hal ini diakibatkan banyak pedagan yang menjajakan jualan di atas trotoar dan emperan tokoh demikian diungkapkan salah satu wisatawan I Made Ketut salah satu pemandu wisata kedelapan turis asal negara Prancis kepada RND, Senin (13/2) kemarin
Dikatakanya, pemerintah daerah khususnya tatakota dinilai gagal mendesain tatakota, pasalnya dalam mendesain kota tidak bisa dibedahkan pusat pembelanjaan, pusat industri dan juga pusat wisata, oleh karena itu disarankan pemerintah daerah setempat menata wajah Rote Ndao semakin hari semakin baik,karena Kabupaten Rote Ndao baru beberapa tahun menjadi kabupaten Otonomi dari Kabupaten Kupang Katanya
“saya sebagai pemandu wisata sejak tahun 1999, sering mengunjunggi wilayah ini bersama dengan para turis, tetapi sebalum di mekarkan menjadi kabupaten wajah kota ini, dimaklumi karena masih berstatus kecamatan, tetapi saat ini masih terus saja lebar jalan seperti kecamatan, ditambah dengan wajah kota yang kotor di kwatirkan semakin hari akan semakin buruk diakibatkan bertambahnya penduduk,” kata I Made
Pantauan wartawan, Senin (13/2) kemarin nampaknya wajah kota Ba’a sembrawut pasalnya, badan jalan sempit, dikarekan disisi kiri dan kanan dipadati pedagang kaki lima, sehingga kendaraan yang melintasi lokasi itu harus membutuhkan waktu yang cukup lama karena antrian panjang pada kendaraan yang berada ditempat, karena ada aktifitas penjualan di Lokasi itu, dan aroma lokasi itu bagaikan tidak sedap, pada setia musim apalagi di musim hujan menjajahkan jualan di Lokasi itu juga
Ditempat terpisah, Kepala Badan pembangunan daerah (bapeda) kabupaten Rote Ndao Onny Pah kepada RND beberapa waktu lalu menyebutkan pihaknya masih menyusun draf tatakota dan tahun 2012 sudah akan mulai membangun tata kota sesuai dengan hasil draf yang dibuat tanpa menyebutkan mana wilayah industri, wisata dan pemukiman. (ido)
Dikatakanya, pemerintah daerah khususnya tatakota dinilai gagal mendesain tatakota, pasalnya dalam mendesain kota tidak bisa dibedahkan pusat pembelanjaan, pusat industri dan juga pusat wisata, oleh karena itu disarankan pemerintah daerah setempat menata wajah Rote Ndao semakin hari semakin baik,karena Kabupaten Rote Ndao baru beberapa tahun menjadi kabupaten Otonomi dari Kabupaten Kupang Katanya
“saya sebagai pemandu wisata sejak tahun 1999, sering mengunjunggi wilayah ini bersama dengan para turis, tetapi sebalum di mekarkan menjadi kabupaten wajah kota ini, dimaklumi karena masih berstatus kecamatan, tetapi saat ini masih terus saja lebar jalan seperti kecamatan, ditambah dengan wajah kota yang kotor di kwatirkan semakin hari akan semakin buruk diakibatkan bertambahnya penduduk,” kata I Made
Pantauan wartawan, Senin (13/2) kemarin nampaknya wajah kota Ba’a sembrawut pasalnya, badan jalan sempit, dikarekan disisi kiri dan kanan dipadati pedagang kaki lima, sehingga kendaraan yang melintasi lokasi itu harus membutuhkan waktu yang cukup lama karena antrian panjang pada kendaraan yang berada ditempat, karena ada aktifitas penjualan di Lokasi itu, dan aroma lokasi itu bagaikan tidak sedap, pada setia musim apalagi di musim hujan menjajahkan jualan di Lokasi itu juga
Ditempat terpisah, Kepala Badan pembangunan daerah (bapeda) kabupaten Rote Ndao Onny Pah kepada RND beberapa waktu lalu menyebutkan pihaknya masih menyusun draf tatakota dan tahun 2012 sudah akan mulai membangun tata kota sesuai dengan hasil draf yang dibuat tanpa menyebutkan mana wilayah industri, wisata dan pemukiman. (ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar