Sabtu, 21 Juli 2012

RUMAH WARGA MOKDALE LUDES DILALAP DIJAGO MERAH



BA’A,RND—Akibat angin beberapa hari yang melanda sebagain wilayah dikabupaten Rote Ndao  menuai bencana termasuk bencana kebakaran, yang terjadi di RT.08.RW.05 Kelurahan Mokdale  rumah Wilson Boik yang keseharian bekerja sebagai Petani yang menetap di rumah  berukuran  semi parmanen 6 X 5 dilalap sijago merah saat dirinya berada diluar rumah. peristiwa ini terjadi  Jumat (20/7) sekitar pukul 5.00 WITA
Nampak Rumah Wilson Boik saat terjadi kebakaran /Foto. Ido Faot/rnd pos
Informasi yang dihimpun media ini di lokasi kejadian menyebutkan Wilson Boik dan istrinya Yenri Ully-Boik saat kejadian berada di luar rumah, dan yang ada di rumah adalah ketiga anaknya yang masih usia  Sekolah Dasar (SD), dan diduga kebakaran itu terjadi karena anak-anak Wilson memasak di dapur, namun karena angin kencang pada sore hari, sehingga menyebabkan kebakaran
Menurut Camat Lobalian Daneil Bessie,S.Pd saat ditemuai RND dilokasi kejadian menyebutkan, peristiwa kebakaran itu diketahuai saat ada teriakan warga meminta tolong, dirinya kelaur dari rumah karena kebetulan rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, namun sayangnya tidak bisa berbuat banyak karena kejadian itu terjadi disertai angin kencang, dan juga pemilik rumah tidak ada dirumah, sehingga diduga saat bermual kejadian kebakaran anak-anak Wilson tidak teriak minta tolong saat api sudah mulai menjalar dengan bumbungan yang tinggi baru diketahui warga lain, sehingga tidak bisa menyelamatkan perabot didalam rumah wilson walau warga sudah berupaya untuk memadamkan api kata bessie
Camat lobalain,Daniel Bessie didampinggi Lurah Mokdale, Jems Therik,SH mengatakan pemerintah kelurahan dan kecamatan akan mendata semua kerugian yang diderita korban untuk dilaporkan ke pemerintah kabpaten Rote Ndao dan juga dirinya sebagaiu tetangga akan memberikan bantuan emergensi kepada keluarga korban sesuai dengan kemampuan warga tetangga 
Ditempat yang sama Wilson Boik mengatakan kerugian yang diderita dalam peristiwa itu diperkirakan mencapai puluhan juta, selain itu dirinya juga kwatir akan ijasah dan pakian seragam anaknya, oleh karena itu dirinya berharap agar pemerintah memperhatikan ruamhnya, bukan untuk menganti semua namun meringankan beban penderitaanya
Pantauan wartawan,entah karena kurangnya informasi warga kepada warga sehingga pemadan kebakaran tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 6.00 Wita. Namun api sudah berhasil di padamkan warga masyarakat dilokasi kejadian.(ido) 

Tidak ada komentar: