BA’A,RND—Hari
Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke 67 tahun disemarakan meriah dengan
kegiatan seremonial di pulaau ndana kabupaten Rote Ndao, dari kemewahan
seremonial HUT Republik Indonesai itu,ternyata masih juga tersimpan rapi kekurangan tenaga
medis yang diakibatkan pemerintah kabupaten Rote Ndao tidak memberikan tambahan
upah bagi para tenaga medis, namun setiap tahun tenaga medis di kontrak dan
diberi upah setara dengan tenaga honor daerah biasa, demikian di akui Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Dr.emilia Seran mengakui kalau di 21 pusak
kesehatan masyarakat (Pustu) yang tersebar di 10 kecamatan di kabupaten Rote
Ndao tidak tenaga para medis atau bidang desa diakibatkan warga asli Rote Ndao yang
memiliki latar belakang pendidikan kebidanan engan mengabdikan diri di Rote
Ndao karena tunjangan gaji minim, dan disetarakan dengan tenaga kontrak
spesifikasi ilmu lain demikian diungkapkan kepala dinas kesehatan Kabupaten
Rote Ndao dr.Emilia Seran kepada RND di ruang kerjanya, Sabtu (25/8) pekan ini
Emilia mengatakan
dirinya sudah dari tahun 2010 silam telah mengusulkan kepada pemerintah daerah
agar menaikan tunjangan para medis, namun sayangnya hingga saat ini belum juga
ada Petunjuk Teknik (juknis) dari pemerintah daerah agar para tenaga medis dinaikan gajinya,
sehingga imbasnya sejunmlah pustu di
wilayah desa kabupaten Rote Ndao ditingalkan para tenaga medis.
“saya sudah menyusulkan kenaikan gaji bagi para
tenaga medis,tetapi pemerintah tidak mengakomodir,terpaksa kami pasrah, walau
masyarakat datang melaporkan ke dinas kesehatan tetapi kami tidak bisa berbuat
banyak, dan kami harapkan tahun 2013 pemerinmtah menaikan tunjangan kesehatan
akan berimbas banyak tenaga para medis di luar Rote Ndao tertarik untuk
mengabdi di Kabupaten Rote Ndao” kata Emilia
Padahal menurut dia dengan
bertamba banyaknya pustu merupakan suatu kegembiraan masyarakat karena
mendekatkan pelayanan, namun karena tenaga medis tidak mencukupi setiap tahun
tenaga medis tetap berkurang katanya
Dikatanya menyingkapi
persoalan itu dinas kesehatan terpaksa tidak bisa berbuat banyak, kalau tenaga
medis yang ditempatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) terbanyak bukan tenaga
kebidanan,tetapi tenaga kesehatan kesehatan lingkungan dan tenaga kesehatan
masyarakat, sehingga dinas kesehatan tidak bisa menempatkan para tenaga
paramedis itu di pustu yang kosong
katanya.(ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar