Minggu, 26 Agustus 2012

21 Pustu Tanpa Tenaga Medis Di Rote Ndao


BA’A,RND—Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke 67 tahun disemarakan meriah dengan kegiatan seremonial di pulaau ndana kabupaten Rote Ndao, dari kemewahan seremonial HUT Republik Indonesai itu,ternyata  masih juga tersimpan rapi kekurangan tenaga medis yang diakibatkan pemerintah kabupaten Rote Ndao tidak memberikan tambahan upah bagi para tenaga medis, namun setiap tahun tenaga medis di kontrak dan diberi upah setara dengan tenaga honor daerah biasa, demikian di akui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Dr.emilia Seran mengakui kalau di 21 pusak kesehatan masyarakat (Pustu) yang tersebar di 10 kecamatan di kabupaten Rote Ndao tidak tenaga para medis atau bidang desa diakibatkan warga asli Rote Ndao yang memiliki latar belakang pendidikan kebidanan engan mengabdikan diri di Rote Ndao karena tunjangan gaji minim, dan disetarakan dengan tenaga kontrak spesifikasi ilmu lain demikian diungkapkan kepala dinas kesehatan Kabupaten Rote Ndao dr.Emilia Seran kepada RND di ruang kerjanya, Sabtu (25/8) pekan ini  
Emilia mengatakan dirinya sudah dari tahun 2010 silam telah mengusulkan kepada pemerintah daerah agar menaikan tunjangan para medis, namun sayangnya hingga saat ini belum juga ada Petunjuk Teknik (juknis) dari pemerintah daerah  agar para tenaga medis dinaikan gajinya, sehingga imbasnya sejunmlah  pustu di wilayah desa kabupaten Rote Ndao ditingalkan para tenaga medis.
 “saya sudah menyusulkan kenaikan gaji bagi para tenaga medis,tetapi pemerintah tidak mengakomodir,terpaksa kami pasrah, walau masyarakat datang melaporkan ke dinas kesehatan tetapi kami tidak bisa berbuat banyak, dan kami harapkan tahun 2013 pemerinmtah menaikan tunjangan kesehatan akan berimbas banyak tenaga para medis di luar Rote Ndao tertarik untuk mengabdi di Kabupaten Rote Ndao” kata Emilia
Padahal menurut dia dengan bertamba banyaknya pustu merupakan suatu kegembiraan masyarakat karena mendekatkan pelayanan, namun karena tenaga medis tidak mencukupi setiap tahun tenaga medis tetap berkurang katanya
Dikatanya menyingkapi persoalan itu dinas kesehatan terpaksa tidak bisa berbuat banyak, kalau tenaga medis yang ditempatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) terbanyak bukan tenaga kebidanan,tetapi tenaga kesehatan kesehatan lingkungan dan tenaga kesehatan masyarakat, sehingga dinas kesehatan tidak bisa menempatkan para tenaga paramedis itu di pustu yang kosong  katanya.(ido)

Tidak ada komentar: