Rabu, 22 Agustus 2012

Hut RI-67 Lobalaian di gelar sederhana




Nampak Upacara peringatn HUT ke 67 tingkat kecamatan Lobalain
BA’A,RND—Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-67 tahun tingkat kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao digelar sederhana di lapangan Bola Kaki, Ba’a, Jumat (17/8) pekan ini, walau digelar sederhana namun sejumlah perwakilan dari 11 Desa dan tiga kelurahan hadir
Pantauan wartawan di lapangan Bola kaki Ba’a yang bertindak sebagai inspektur Upacara Camat Lobalain, Daniel Bessie,S.Pd, sedangkan yang bertugas untuk mengibarkan bendera merah putih tingkat kecamatan Lobalaian para siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Lobalain Kabupaten Rote Ndao yang disaksikan para kepala sekolah di kecamatan Lobalain dan dewan guru serta kapolsek lobalain dan babinsa lobalain
Dalam kesempatan itu camat Lobalain mengajak seluruh komponen yang ada di kecamatan Lobalaian untuk berperan aktif dalam pembangunan di kabupaten Rote Ndao khususnya di kecamatan Lobalain, karena tanpa kerja sama pembangunan tidak akan berjalan maksimal, dan ia mengajak untuk mereflekasi pahlawan yang telah gugur 67 tahun silam, dimana bangsa Indonesai pada zaman dahulu untuk memperjuangkan kemerdekaan bersatu, sehingga dengan persatuan itu kemerdekaan diraih
Sedangkan zaman sekarang tongkat estafet yang diberikan kepada generasi sekarang adalah membangun bangsa dan negara sesuai dengan profesi yang telah dikarunia Tuhan, seperti guru dikaruniakan untuk mendidik generasi muda untuk menjadi generasi penerus bangsa dan aparat kelurahan dan Desa dibebani tugas untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan karena dengan tidak melaksanakan tugas sesuai dengan amanat yang dikarunia Tuhan adalah salah satu bentuk menghianati karunia yang diberikan Tuhan kata Daniel
untuk diketahui pada sore hari bertempat di Lapangan Bola Kaki ba’a digelar upacara penurunan bendera, usai mengelar penurunan bendera di gelar doa ucapan syukur di kantor Camat lobalain yang dipimpin Pdt. Vebi Mesak,S.Th
dalam khorbanya Pdt mesak mengatakan perilaku nasionalisme di kabupaten rote ndao terbilang masih belum maksimal, bagaimana tidak, di pulau Ndana pemerintah menancapkan tujuh ribu bendera untuk mendapatkan recor muri sementara di  ibu Kota ba’a kabupaten Rote Ndao banyak warga yang tidak  mengibarkan bendera di depan rumahnya, termasuk antar kelurahan tidak ada gapura, entah karena ada alasan apa, dan dirinya sebagai pelayan Tuhan berharap  pemerintah Kabupaten Rote Ndao belum saatnya mengejar recor muri, karena dengan mengelar HUT di Ndana menghabiskan banyak dana, sementara pelayanan RSU di Ba’a masih terbilang jauh,semestinya HUT di Gelar di Ba’a, dan pemerintah berkonsentrasi memberikan pelayanan kemasyarakatan, karena masyarakat di Kabupaten Rote Ndao masih terbilang membutuhkan faosiltas yang layakm karena RSU ba;a hanya berfungsi sebagai RSU Rujukan, sehingga banyak Ibu yang akan melahirkan menderita dan terbanyak meninggal karena di rujuk ke RSU di Kota Kupang katanya.(ido)
      

Tidak ada komentar: