| Nampak Upacara peringatn HUT ke 67 tingkat kecamatan Lobalain |
BA’A,RND—Peringatan
Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-67 tahun tingkat kecamatan
Lobalain Kabupaten Rote Ndao digelar sederhana di lapangan Bola Kaki, Ba’a,
Jumat (17/8) pekan ini, walau digelar sederhana namun sejumlah perwakilan dari
11 Desa dan tiga kelurahan hadir
Pantauan wartawan di
lapangan Bola kaki Ba’a yang bertindak sebagai inspektur Upacara Camat
Lobalain, Daniel Bessie,S.Pd, sedangkan yang bertugas untuk mengibarkan bendera
merah putih tingkat kecamatan Lobalaian para siswa Sekolah Menegah Atas (SMA)
Negeri 1 Lobalain Kabupaten Rote Ndao yang disaksikan para kepala sekolah di
kecamatan Lobalain dan dewan guru serta kapolsek lobalain dan babinsa lobalain
Dalam kesempatan itu
camat Lobalain mengajak seluruh komponen yang ada di kecamatan Lobalaian untuk
berperan aktif dalam pembangunan di kabupaten Rote Ndao khususnya di kecamatan
Lobalain, karena tanpa kerja sama pembangunan tidak akan berjalan maksimal, dan
ia mengajak untuk mereflekasi pahlawan yang telah gugur 67 tahun silam, dimana
bangsa Indonesai pada zaman dahulu untuk memperjuangkan kemerdekaan bersatu,
sehingga dengan persatuan itu kemerdekaan diraih
Sedangkan zaman
sekarang tongkat estafet yang diberikan kepada generasi sekarang adalah
membangun bangsa dan negara sesuai dengan profesi yang telah dikarunia Tuhan,
seperti guru dikaruniakan untuk mendidik generasi muda untuk menjadi generasi
penerus bangsa dan aparat kelurahan dan Desa dibebani tugas untuk melayani
masyarakat yang membutuhkan pelayanan karena dengan tidak melaksanakan tugas
sesuai dengan amanat yang dikarunia Tuhan adalah salah satu bentuk menghianati
karunia yang diberikan Tuhan kata Daniel
untuk diketahui pada
sore hari bertempat di Lapangan Bola Kaki ba’a digelar upacara penurunan
bendera, usai mengelar penurunan bendera di gelar doa ucapan syukur di kantor
Camat lobalain yang dipimpin Pdt. Vebi Mesak,S.Th
dalam khorbanya Pdt
mesak mengatakan perilaku nasionalisme di kabupaten rote ndao terbilang masih
belum maksimal, bagaimana tidak, di pulau Ndana pemerintah menancapkan tujuh
ribu bendera untuk mendapatkan recor muri sementara di ibu Kota ba’a kabupaten Rote Ndao banyak
warga yang tidak mengibarkan bendera di
depan rumahnya, termasuk antar kelurahan tidak ada gapura, entah karena ada
alasan apa, dan dirinya sebagai pelayan Tuhan berharap pemerintah Kabupaten Rote Ndao belum saatnya
mengejar recor muri, karena dengan mengelar HUT di Ndana menghabiskan banyak
dana, sementara pelayanan RSU di Ba’a masih terbilang jauh,semestinya HUT di
Gelar di Ba’a, dan pemerintah berkonsentrasi memberikan pelayanan
kemasyarakatan, karena masyarakat di Kabupaten Rote Ndao masih terbilang
membutuhkan faosiltas yang layakm karena RSU ba;a hanya berfungsi sebagai RSU
Rujukan, sehingga banyak Ibu yang akan melahirkan menderita dan terbanyak
meninggal karena di rujuk ke RSU di Kota Kupang katanya.(ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar