Selasa, 31 Januari 2012

Desa Helebeik Mengaku Terbantu Dana Anggur Merah

wartawanusalontar.com—Program  Desa Mandiri Anggur Merah (Deman anggur Merah ) dinilai kepala desa Helebeik Kecamatan Lobalaian, Kabupaten Rote Ndao, Fridson Zakarias  dapat membantu masyarakar setempat, hal terbukti sejak tahun 2011 silam, didesanya mendapat dana Desa Anggur Merah (Demam Anngur Merah), sebesar Rp. 250 Juta, saat ini bisa dinikmati warga masyarakat di 10 Dusun di wilayah untuk usaha sesuai dengan potensi dusunnya, bahkan ada dusun yang sudah berhasil mengembalikan dana  dan masuk pada tahun  lanjutan  itu hal ini diungkapkan  kepala Desa helebeik, kepada Plt. UPT Samsat Rote Ndao Yohanis Talan, S.IP saat melakukan pemantauan langsung untuk menyesuaikan laporan dengan  data riil di Lapangan di Desa tersebut, Senin (30/1) kemarin
Ia mengatakan sejak tahun 2011 pihaknya mendapat kuncuruan dana Rp. 250 Juta dana tersebut di  bagikan kepada 10 Dusun di desa Tersebut dengan besaran dana perdusun Rp. 25 juta, namun sebelum di lakukan pembagian dana pihaknya bersama perangkat desa  dibantu tenaga pendamping Anggur merah  melakukan sosialisasi selama sebulan kepada masyarakat tentang pengunaan dan tersebut, serta pembentukan  koperasi, namun kehadiran koperafsi di wilayah itu sering mati suri, perlu di beri  pemulihan  trauma yang dialami warga desa tersebut, tentang koperasi, karena selama ini banyak dana yang dikuncurkan koperasi tetapi tidak berkelanjutan
Lebih lanjut kata dia, dana sebesar Rp. 250 juta itu dikelolah di Koperasi usaha bersama (KUB) dengan metode pembagian kredit satu pintu, yakni koperasi yang melakukan survey kepada kelompok dan Individu di 10 Dusun baru pihak Koperasi mendistribusikan kepada warga desa dan  awal pembahian tahun 2011 kelompok dan individu yang mendapat kredit lunak sebanyak  96 kelompok, untuk melakukan usaha sesuai dengan potensi desanya, dan hingga saat ini terus berkembang kini awal januari 2012 sudah mencapai 153 Kelompok usaha rata-rata tidak mengalami kendala dalam pengembalian dana, walau ada tetapi para warga desa membayar denda keterlambatan, karena masyarakat di desa menyadari kehadiran Koperasi tersebut memiliki suku bunga yang kecil, dari pada warga mengajukan pinjaman pada rentenir dengan suku bungga yang terlampaui besar,
Ia mengatakan  walau Desanya hanya berjarak 4 Kilo dari Ibu Kota ba’a , tetapi masih terbatas infrastruktur jalan dan penerangan,diwilayah nya dari 10 dusun, 7 dusun diantaranya belum memiliki listrik, dan jalan utama yang menghubungkan dusun-dusun tersebut  saat musim hujan tidak bisa
Mengunakan kendaraan roda empat, sehingga masyarakat yang ingin menjajakan hasil pertaniannya, terpakasa mengunakan Ojek dengan patokan harga yang tinggi, sehingga untuk meningkatkan perekonimian  warga melakukan aktifitas pertanian, oleh karena itu dirinya berharap agar pemerintah daerah memperhatikan wilayah itu , jika jalan utama penghubung di dusun tersebut sudah selesai di bangun, pihaknya optimis warga setempat akan berhasil dalam meningkatkan tarif hidup masyarakat katanya.  “program anggura merah, di kuncurkan satu pintu melalui KUB, dengan metode pembagian kepada kelompok dengan jangka waktu tertentu  6 Bulan Hingga setahun secara bergilir hingga semua kelompok usaha  dapat dana, dan warga respon posetif karena bungga yang disepakati kecil, tidak seperti mengajukan pinjaman pada Rentenir, ” katanya. (ido)

Tidak ada komentar: