BA’A,RND—Stok Darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSU), Kabupaten Rote Ndao, tidak tersedia, dengan ketidaktersediaan itu, pihak RSU terpaksa merekomendasikan keluarga pasien untuk mendatangi pihak Polres Rote Ndao untuk mendapatkan donor darah, jika mendatangi pihak Polres tidak ada anggota Polres yang golongan darahnya sesuai terpaksa pasien di rujuk ke kupang, hal ini yang dialami salah satu pasien Efri Fatu (26), warga Asal Lalukoen Kecamatan Rote Barat Daya (RBD),pasien penyakit perdarahan di RSU ba’a, karena yang bersangkutan golongan darah B, pada Selasa (14/1) kemarin mendapatkan satu kantong plastik berukuran 1 Liter, namun hari berikutnya terpaksa keluarga pasien mendatangi sejumlah keluarga di Kampung halanan di lalukoen yang jaraknya sekitar 40 Km untuk mencari warga yang memiliki golongan darah yang sama, tetapi alkasil nihil, sementara mau mendaptangi anggota Polisi yang semula mendapat donor tidak bisa karena aturanya harus tiga bulan, dengan terpaksa pasien tersebut di Rujuk ke Kupang dalam kondisi waspada mengunakan pesawat terbang, Sabtu (28/1) sekitar pukul 3.00 sore
Salah satu dokter yang ditemui media ini diruang bansal kelas C, RSUD Ba’a mengatakan selama ini pihak RSU mengalami kendala jika ada pasien yang mengalami kecelakaan lakalantas, perdarahan, terpaksa harus mendatangi Polres Rote Ndao, jika di Pihak Polres Rote Ndao ada anggota yang golongan darahnya tidak sesuai, atau ada anggota yang kodisi kesehatannya tidak sehat walau golongan darah sama dengan korban terpaksa kami melakukan rujukan ke Kupang, dan kebanyakan para pasien tidak bisa tertolong katanya
Ia mengatakan sebelum lalu, pemerintah Daerah dan pihak RSU sudah membangun PMI di depan RSU Ba’a, Namun belum bisa berfungsi karena masih menunggu MOU Pemerintah daerah dengan Pihak kepolisian yang akan ditanda-tangani langsung Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning
Ketika dintanya apakah tidak ada tenaga sukarela PMI Kabupaten Rote Ndao yang bersedia mendonor darahnya kepada para pasien, ia mengatakan selama ini hanya ada papan saja, tetapi tidak ada kegiatan sosial seperti donor darah katanya
Menurut anwar salah satu petugas di RSUD Ba’a mengatakan jumlah pasien yang dirujuk ke Kupang setiap hari mencapai 5 orang, rata-rata pasien yang dirujuk adalalah pasien yang mau melahirkan, pasien yang menderita penyakit Tifus, karena pihak Rumah sakit tidak bisa menangani karena terbatasnya tenaga dokter
Untuk diketahui, Berita ini diturunkan wartawan belum berhasil mengkonformasi direktur RSU Ba’a, Drg, Suardi karena sang dokter lagi tugas pelayanan kesehatan di desa di wilayah Kabupaten Rote Ndao. (ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar