Senin, 23 Januari 2012

Kapolres Ronda di Mintah bertanggung Jawab

Inilah Com, Ba’a - Keluarga almarhum Felipus Pandie, korban penembakan anggota Polres Rote Ndao yang meninggal dunia di RS Bhayangkara Kupang saat menjalani perawatan luka tembak yang dideritanya Selasa (17/1) lalu, meminta Kapolda NTT Brigjen Ricky Sitohang memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menimpa saudara mereka.
Pernyataan ini disampaikan Sommy Pandie selaku perwakilan keluarga yang ditunjuk untuk membawa aspirasi tersebut kepada wartawan di Ba’a.
Sommy menjelaskan, ia diminta pihak keluarga Felipus Pandie membawa aspirasi mereka ke Kapolda NTT. Permintaan keluarga besar Felipus tersebut sudah dibicarakan dengan Wakpolres Rote Ndao Kompol Ardi Sutriono saat penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, Rabu (17/1) lalu.
Menurut anggota DPRD NTT ini, permintaan keluarga tersebut antara lain, pertama, pihak yang bertanggungjawab terhadap pemakaman jenazah almarhum Felipus Pandie. Soal ini sudah dipenuhi pihak polres.
Sementara permintaan kedua, bagaimana jaminan hidup istri dan anak-anak yang ditinggalkan oleh Felipus sebagai tulang-punggung keluarga? Ketiga, siapa pelaku penembakan dan proses pemeriksaan terhadap anggota polisi yang melakukan penembakan itu sudah sampai di mana?
Somie mengaku pertanyaan keluarga yang kedua dan ketiga ini yang belum dijawab pihak Polres Rote Ndao sehingga keluarga memberikan amanah bagi dirinya untuk disampaikan kepada Kapolda NTT.
“Aspirasi keluarga itu akan saya sampaikan kepada Kapolda NTT sebab merupakan amanah dari keluarga. Keluarga meminta dengan sangat kepada Pak Kapolda agar memberikan perhatian serius terhadap kasus kematian Felipus,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan wartawan soal sikapnya sebagai anggota DPRD NTT terhadap banyak kejadian pengejaran dan penangkapan pelaku kriminal yang belakangan berimbas terhadap masyarakat, Sommy mengaku menyesal dengan kejadian itu.
Khususnya mengenai kasus Felipus Pandie, kata Sommy, terlepas dari apakah benar Felipus merupakan salah seorang tersangka kasus pembakaran dan pengrusakan yang terjadi di Dusun Mbokak, Desa Oelasin pada Minggu (1/1) malam, namun perlu dibuktikan dalam proses penyidikan.
Sehingga, dalam proses pengejaran dan penangkapan pelaku tentunya harus dilakukan tindakan persuasif terlebih dahulu.
“Kalau memang terjadi kondisi yang mengharuskan penggunaan senjata karena ada indikasi tersangka akan melarikan diri saat pengejaran dan penangkapan maka tentunya dilakukan tembakan untuk melumpuhkan bukan untuk mematikan,” terangnya.
Keluarga kecewa
Keluarga almarhum Felipus Pandie merasa kecewa terhadap sikap Kapolres Rote Ndao beserta jajarannya yang tidak hadir saat pemakaman.
Semuel Pandie, adik kandung korban kepada wartawan di rumah duka di Dusun Nggailai, usai pemakaman, Jumat (20/1) petang, mengatakan, dari pagi hingga usai pemakaman ia tidak melihat satu anggota polisi pun yang hadir di tempat duka.
“Ketidakhadiran pihak Polres Rote Ndao pada acara pemakaman hari ini, menunjukan seolah-alah mereka tidak respon terhadap duka keluarga, bahkan bisa dibilang tidak menghargai keluarga korban penembakan yang dilakukan oknum anggota polisi,” kata Samuel.
Menyinggung tiga permintaan keluarga yang disampaikan Wakpolres Rote Ndao Kompol Ardi Sutriono saat penyerahan jenazah, Semuel sampaikan, untuk poin pertama yakni tanggung jawab pemakaman jenasah alm. Felipus Pandie sudah dilaksanakan pihak Polres, dengan pemberian bantuan berupa uang dan barang.
Namun, lanjut Semuel, untuk poin dua soal agaimana jaminan hidup istri dan kelima anak yang ditinggalkan oleh Felipus sebagai tulang-punggung keluarga, dan poin ketiga siapa oknum pelaku penembakan dan proses pemeriksaan terhadap oknum anggota yang melakukan penembakan itu sudah sampai dimana, sampai dengan saat ini Polres belum memberikan informasi.
“Keluarga, khususnya saya pribadi, sangat menyesal ketidakhadiran Kapolres. Mestinya kalau tidak hadir pada pemakaman, kami keluarga diberitahu agar kami tahu. Kalau begini khan tidak kalau orang bisa beranggapan mereka (pihak Polres) mau lepas tangan,” ujar Semuel, sembari berharap Polres Rote Ndao bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menimpa kakaknya. [inilah.com]

Tidak ada komentar: