BA’A,RND—Walau
kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baru akan di umumkan secara nasional
naik 1 April 2012 mendatang, namun sebelumnya sejumlah kebutuhan Pokok di
Kabupaten Rote Ndao mulai beranjak naik, beras Lokal (Moll) semula di jual per satu kaleng susu dipasar Metina Rp.2 ribu
perkilogram naik menjadi Rp.2.250 per kg,sementara Beras Lonceng di Jual semula
per kg Rp.9 ribu naik menjadi Rp.9.250 kenaikan harga ini akan menjadi Rp.2.500
untuk beras Lokal dan Rp.9.500 untuk beras lonceng per 1 April mendatang
demikian diungkapkan Marce Lani
salah satu pedagang yang ditemui di
Pasar Metina, Kamis (14/3) kemarin
Menurut Marce kenaikan
harga beras Lokal itu, diakibatkan sejumlah kebutuhan meningkat seperti Biaya
Transportasi dan Juga Biaya pengilingan padi, dan kenaikan harga beras local
akan naik lagi, saat pemerintah menaikan harga bahan bakar. ”Memang harga
minyak Belum naik, tetapi biaya pengilingan padi sudah naik, sehingga kami
naikan beras moll, dan akan naik terus hingga awal bulan april,”.
Pantauan RND menjelang
kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah warga di Ba’a Ibu Kota kabupaten
Rote Ndao mulai menimbun Minyak Tanah
(Mitan) tujuan membeli Mitan dalam jumlah banyak sebagai bentuk antisipasi
kenaikan BBM awal April tentu Mitan akan langka, sementara Solar dan Premium
tidak ditimbun dikarenakan rentang resiko kebakaran demikian diungkapkan Remi
warga Mokdale kepada RND, kamis (15/3) kemarin
Untuk diketahui berita
ini diturunkan kepala Dinas perindustrian dan perdaganagan kabupaten Rote Ndao Yopi
Pah, SH dihubunggi pertelepon, Kamis (15/3) kemarin mengatakan dengan menjalang kenaikan BBM Pihaknya melakukan operasi rutin dalam
seminggu tiga kali di wilayah Pasar dan juga tokoh distributor diwilayah Rote Ndao, tujuannya agar memantau
harah barang dan stok barang, agar para pedagang tidak melakukan kenaikan
sesuai dengan keinginananya, dia juga
berharap sebelum menjelang 1 April mendatang di harapkan kepada warga
Masyarakat Rote Ndao untuk melaporkan pedagang yang mematok harga barang yang terlampaui tinggi.
“menjelang kenaikan BBM
1 April mendatang kami melakukan pemantauan di sejumlah pasar dan juga toko
penjual Sembilan Bahan Pokok (sembako), agar tidak seenaknya menaikan harga
barang sesuai dengan keinginannya, hal itu dilakukan sebagai salah satu langka
mengantisippasi Harga Bahan Bakar (BBM)
yang dikwatirkan akan berdampak pada kelangkaan sejumlah kebutuhan Pokok. (ido
Tidak ada komentar:
Posting Komentar