Kamis, 15 Maret 2012

Menjelang kenaikan BBM harga beras Lokal Ronda Naik


BA’A,RND—Walau kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baru akan di umumkan secara nasional naik 1 April 2012 mendatang, namun sebelumnya sejumlah kebutuhan Pokok di Kabupaten Rote Ndao mulai beranjak naik, beras Lokal  (Moll) semula di jual  per satu kaleng susu dipasar Metina Rp.2 ribu perkilogram naik menjadi Rp.2.250 per kg,sementara Beras Lonceng di Jual semula per kg Rp.9 ribu naik menjadi Rp.9.250 kenaikan harga ini akan menjadi Rp.2.500 untuk beras Lokal dan Rp.9.500 untuk beras lonceng per 1 April mendatang demikian diungkapkan  Marce Lani salah  satu pedagang yang ditemui di Pasar Metina, Kamis (14/3) kemarin
Menurut Marce kenaikan harga beras Lokal itu, diakibatkan sejumlah kebutuhan meningkat seperti Biaya Transportasi dan Juga Biaya pengilingan padi, dan kenaikan harga beras local akan naik lagi, saat pemerintah menaikan harga bahan bakar. ”Memang harga minyak Belum naik, tetapi biaya pengilingan padi sudah naik, sehingga kami naikan beras moll, dan akan naik terus hingga awal bulan april,”.
Pantauan RND menjelang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah warga di Ba’a Ibu Kota kabupaten Rote Ndao  mulai menimbun Minyak Tanah (Mitan) tujuan membeli Mitan dalam jumlah banyak sebagai bentuk antisipasi kenaikan BBM awal April tentu Mitan akan langka, sementara Solar dan Premium tidak ditimbun dikarenakan rentang resiko kebakaran demikian diungkapkan Remi warga Mokdale kepada RND, kamis (15/3) kemarin
Untuk diketahui berita ini diturunkan kepala Dinas perindustrian dan perdaganagan kabupaten Rote Ndao Yopi Pah, SH dihubunggi pertelepon, Kamis (15/3) kemarin mengatakan  dengan menjalang kenaikan BBM  Pihaknya melakukan operasi rutin dalam seminggu tiga kali di wilayah Pasar dan juga tokoh distributor  diwilayah Rote Ndao, tujuannya agar memantau harah barang dan stok barang, agar para pedagang tidak melakukan kenaikan sesuai dengan keinginananya,  dia juga berharap sebelum menjelang 1 April mendatang di harapkan kepada warga Masyarakat Rote Ndao untuk melaporkan pedagang yang mematok harga barang  yang terlampaui tinggi.
“menjelang kenaikan BBM 1 April mendatang kami melakukan pemantauan di sejumlah pasar dan juga toko penjual Sembilan Bahan Pokok (sembako), agar tidak seenaknya menaikan harga barang sesuai dengan keinginannya, hal itu dilakukan sebagai salah satu langka mengantisippasi  Harga Bahan Bakar (BBM) yang dikwatirkan akan berdampak pada kelangkaan sejumlah kebutuhan Pokok. (ido

Tidak ada komentar: