BA’A,RND—Pihak kepolisian resort rote Ndao (Polres) mengarahkan para anggota intelkam ke lapangan untuk mengumpulkan informasi (Pulbaket) terkait dengan kasus pencambretan yang terjadi beberapa pekan ini wilayah hukum Rote Ndao dan dalam data awal yang sudah dikumpulkan sudah ada titik terang demikian diungkapkan Kapolres Rote Ndao. AKBP.Drs. Hidayat kepada RND di ruang kerjanya, Jumat (09/3) kemarin
Hidayat mengatakan kasus pemcambretan itu merupakan pertama kali yang terjadi di wilayah Polres Rote Ndao dengan modus baru dan korban dengan jumlah yang besar, dan pelaku dalam melakukan aksinya terkesan rapih, sehingga sementara dugaaan sementara para pelaku sudah merupakan “pemain lama”, dimana para pelaku dalam melakukan aksisnya menggunakan sepeda Motor. Saat pelaku hendak menyetor uangnnya di bank NTT, oleh karena itu,dirinya berharap agar masyarakat Rote Ndao agar dalam melakukan transaksi dalam jumlah besar,jika merasa keraguan untuk memberikan informasi kepada Pihak kepolisian untuk membantu, karena sesuai motto Pihak Kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
“Dengan adanya kasus pencambretan yang terjadi ddidepan Gereja Betania Indonesia di wilayah pabean merupakan peristiwa pencambretan murni,dan sesuai dengan keterangan awal yang di himpun Pihak Polres Rote Ndao dari Korban dan tersangka, sudah ada titik terang, sehingga dalam waktu dekat pelaku sudah ada diungkapkan ” Kata Hidayat berjanji
Ketika ditanya apakah ada metode untuk mencegah angka pencurian dengan modus penjambretan, ia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mendata para Tukang Ojek yang tersebar di wilayah kabupaten Rote Ndao untuk mengetahui berapa banyak tukang ojek dan juga para tukang ojek akan diberikan lambang atau simbol kepolisian, dengan tujuan agar menekan angka kriminal seperti pencambretan dengan menggunakan motor katanya.(ido)
Hidayat mengatakan kasus pemcambretan itu merupakan pertama kali yang terjadi di wilayah Polres Rote Ndao dengan modus baru dan korban dengan jumlah yang besar, dan pelaku dalam melakukan aksinya terkesan rapih, sehingga sementara dugaaan sementara para pelaku sudah merupakan “pemain lama”, dimana para pelaku dalam melakukan aksisnya menggunakan sepeda Motor. Saat pelaku hendak menyetor uangnnya di bank NTT, oleh karena itu,dirinya berharap agar masyarakat Rote Ndao agar dalam melakukan transaksi dalam jumlah besar,jika merasa keraguan untuk memberikan informasi kepada Pihak kepolisian untuk membantu, karena sesuai motto Pihak Kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
“Dengan adanya kasus pencambretan yang terjadi ddidepan Gereja Betania Indonesia di wilayah pabean merupakan peristiwa pencambretan murni,dan sesuai dengan keterangan awal yang di himpun Pihak Polres Rote Ndao dari Korban dan tersangka, sudah ada titik terang, sehingga dalam waktu dekat pelaku sudah ada diungkapkan ” Kata Hidayat berjanji
Ketika ditanya apakah ada metode untuk mencegah angka pencurian dengan modus penjambretan, ia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mendata para Tukang Ojek yang tersebar di wilayah kabupaten Rote Ndao untuk mengetahui berapa banyak tukang ojek dan juga para tukang ojek akan diberikan lambang atau simbol kepolisian, dengan tujuan agar menekan angka kriminal seperti pencambretan dengan menggunakan motor katanya.(ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar