![]() |
| Nemberala foto / Web |
BA’A,RND—Pemerintah Kabupaten Rote Ndao tidak perlu lagi mempromosikan daerah wisata Pantai Bo’a dan Nemberala diKabupaten Rote Ndao,dengan berbagai kegiatan seremonial seperti digelarnya Selancar karena sudah dikenal luas diseantero Indonesia dan International hal ini diungkapkan Plt.Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao Thom Dethan kepada RND diruang kerjanya, Rabu (11/4) kemarin
Ia mengatakan karena merasa tidak perlu lagi untuk dipromosikan tahun anggaran 2012 pemerintah daerah tidak mengalokasikan dana untuk biaya promosi untuk gelar kegiatan seremonial seperti event selancar dan sebagainya yang bekerja sama dengan Pihak ke-tiga untuk mengelar kegiatan seremonial
Dethan mencontohkan salah satu bukti tidak lagi mempromosikan wisata karena hitungan per hari minimal dua wisatawan asing sebagai bukti ditemui di Kapal Feri Bahari Ekspres dan Kapal ASDP membawa selancara minimal dua perhari, dengan demikian hitungan per Bulan mencapai 30 hari yakni 60 orang yang mengunjunggi nemberala dan Bo’a dan dengan demikian dengan usai kunjungan para wisatwan kembali ke daerah asalnya akan mempromosikan ke sahabat karibnya dengan metode itu sangat ampuh untuk promosi wisata di wilayah kabupaten Rote Ndao katanya
Ketika disingung terkait dengan banyak wisatawan baik lokal dan interlokal yang mengeluhkan pengelolaan Pantai Boa. dan Nemberala dimana saat ini tidak bisa digunakan seperti sediakala, pasalnya Pihak ke-3 telah mengelolah sehingga tidak bisa digunakan leluasa, Thomas mengatakan dirinya tidak tahu menahu terkait dengan pengelolaan pihak Ke-3 karena yang melakukan Memorandum Of Understending (MOU) dilakukan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam hal ini Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM tanpa melibatakan dinas teknis seperti dinas Pariwisata kabupaten Rote Ndao, sehingga dirinya tidak tahu menahu dan berharap agar menanyakan langsung kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam Bupati dan DPRD karena yang dirinya tidak dilibatkan sebagai instansi teknis katanya. (ido)
Ia mengatakan karena merasa tidak perlu lagi untuk dipromosikan tahun anggaran 2012 pemerintah daerah tidak mengalokasikan dana untuk biaya promosi untuk gelar kegiatan seremonial seperti event selancar dan sebagainya yang bekerja sama dengan Pihak ke-tiga untuk mengelar kegiatan seremonial
Dethan mencontohkan salah satu bukti tidak lagi mempromosikan wisata karena hitungan per hari minimal dua wisatawan asing sebagai bukti ditemui di Kapal Feri Bahari Ekspres dan Kapal ASDP membawa selancara minimal dua perhari, dengan demikian hitungan per Bulan mencapai 30 hari yakni 60 orang yang mengunjunggi nemberala dan Bo’a dan dengan demikian dengan usai kunjungan para wisatwan kembali ke daerah asalnya akan mempromosikan ke sahabat karibnya dengan metode itu sangat ampuh untuk promosi wisata di wilayah kabupaten Rote Ndao katanya
Ketika disingung terkait dengan banyak wisatawan baik lokal dan interlokal yang mengeluhkan pengelolaan Pantai Boa. dan Nemberala dimana saat ini tidak bisa digunakan seperti sediakala, pasalnya Pihak ke-3 telah mengelolah sehingga tidak bisa digunakan leluasa, Thomas mengatakan dirinya tidak tahu menahu terkait dengan pengelolaan pihak Ke-3 karena yang melakukan Memorandum Of Understending (MOU) dilakukan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam hal ini Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM tanpa melibatakan dinas teknis seperti dinas Pariwisata kabupaten Rote Ndao, sehingga dirinya tidak tahu menahu dan berharap agar menanyakan langsung kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam Bupati dan DPRD karena yang dirinya tidak dilibatkan sebagai instansi teknis katanya. (ido)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar