BA’A,RND—Sejumlah
guru diwilayah Kabupaten Rote Ndao yang masuk dalam peserta sertifikasi tahun 2012 mengaku dipermainkan Dinas
Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (PPO) Kabupaten Rote Ndao saat pencairan dana
sertifikasi guru tahap II, bagaimana tidak semua guru diwajibkan bendahara Dinas
Pendidikan Pemuda Dan Olahraga untuk membuka Rekening di bank BRI Unit Ba’a,
Menurudnya padahal semula para guru sudah memiliki
rekening di bank NTT, namun ketika para guru sudah membuka rekening di Bank
BRI,malah bendahara mengambik uang sertifikasi itu dari Bank NTT, dan para guru
harus antri untuk menerima di kantor dinas PPO, karena sebagai budaya para guru
perorang memberikan uang terima kasih bervariatif antar Rp.50.000 hingga
seratus ribu kepada bendahara dinas PPO Reni Malelak kata guru yang engan di
sebutkan namamnya saat mengadu ke komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao belum lama
ini
Menurut wakil ketua
Komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao Yakob Malelak,SH kepada wartawan di ruang
kerjanya belum lama ini mengatakan dirinya akan memangil bendahara dinas
pendidikan pemuda dan olahraga untuk menanyakan kebenaran informasi itu, jika
informasik itu benar akan memberikan warning kepada pihak dinas PPO, karena
sesuai aturan yang ada para guru yang menerimah dana sertifikasi harus
berhubungan langsung dengan bank,jika berhubungan dengan para guru sesuai
budaya para guru akan memberikan uang dengan jumlah variatif walau dinas
pendidikan pemuda dan olahraga tidak meminta, dan dari segi moral jumlah guru
yang begitu banyak jika perorang memberikan uang per orang Rp.50.000,- hingga
Rp.100.000,- jika jumlah guru sebanyak 500 orang berapa banyak yang dikumpulkan
dari para guru oleh sang bendahara
Oleh karena itu yakob
berharap agar dana sertifikasi dan dana lain sebaikanya para guru langsung ke
bank sesuai dengan aturan yang berlaku, karena kalau dinas PPO yang mengabil
dan membagikan diduga mensiasati untuk mendapatkan uang balas jasa dari para
guru,
Selain itu, menurut Yakob
dirinya juga mengatakan para guru mengadukan
dana sertifikasi pertahun diterima dua tahap dengan perhitungan setiap
enam bulan dana di cairkan namun sayangnya, tahap pertama dan tahap kedua para
guru mengaku hanya menerima dana sertifikasi tahap kedua sebanyak lima bulan
sedangkan satu bulan tidak di ketahui rimbannya, ketika menanyakan kepada
bendahara tidak memberikan jawaban
Untuk diketahui berita
ini diturunkan kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao
Jhon Lun,S.Pd tidak berhasil dihubungi melalui Telepon gengamnya terkait persoalan tersebut (ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar