BA’A,RND—Korupsi
merupakan masalah yang sangat serius yang perlu di brantas bersama, karena
korupsi adalah bentuk memperkaya diri sendiri dengan berbagai modus termasuk
mengatasnamakan masyarakat,oleh karena itu dirinya mengajak umat kristen yang mendapat jabatan mengunakan
jabatan untuk mensejahteraan banyak orang bukan menggunakan diri sendiri,
sebagai salah satu contoh pemerintah belum memihak pada rakyat adalahfasilitas
RSU BA’A tidak diperhatikan,tetapi menjadi RSU rujukan demikian diungkapkan Pdt. Veby Mesak,S.Th saat
mempimpin ibadah ucapan syurkur HUT RI 67 tingkat kecamatan Lobalain,Jumat
(17/8) pekan ini
![]() |
| Pdt.Veby Mesak,S.Th |
Oleh karena itu, dirinya
sebagai Tokoh agama selalu bergumul agar pemerintah memihak masyarakat dengan
mengungi kegiatan seremonial,tetapi membangun fasilitas rumah sakit dan tenaga
medis untuk pelayanan sosial,padahal saat ini masyarakat menikmati HUT
kemerdekana ke-67 sebuah usia yang sudah terbilang dewasa Namun belum merdeka
dari kemiskinan, kesehatan, merdeka dari korupsi, oleh karena itu dirinya
berharap agar pemerintah meneladani kepemimpinan nabi Nahum
Di Rote Ndao misalnya
sering dimedia massa ada pejabat yang tersandung korupsi, dana masyarakat,
fasilitas umum tidak diperhatikan dan berbagai persaolan memperkaya diri dengan
mengatasnamakan rakyat.tanpa menyebutkan siapa pejabat yang dipenjara dan
tersandung kasus dengan mengtasnamakan rakyat.”saya tidak bermaksud menghakimi
siapa pejabat dan siapa yang dipenjara,namun itulah kenyataan di kabupaten Rote
Ndao dan saya mengilustrasikan nabi nahum dengan firman yang
terpilih pada Nahum 2 : 3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia
tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan
dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya’’.katanya
Oleh karena itu, saya
mengajak semua warga yang hadir untuk mengikuti ucapan syukur untuk bergumul
tentang wilayah ini, karena banyak hal menyangkut kepentingan masyarakat tidak
terakomodir,tetapi malah digunakan pemerintah untuk hal lain yang tidak
bermanfaat untuk rakyat, sebagai contoh 6.700 bendera di tancap di Pulau Ndana.
Sedangkan di Kabupaten Rote Ndao momentum HUT RI digelar sederhana, tanpa ada
kegiatan sosial kemasyarakat, seperti adanya pengobatan gratis, dimerihakan
dengan memasang bendera di semua rumah,tetapi malah tidak seperti tahun-tahun
sebelumnya.”saya merasa aneh, di Pulau Ndana 6.700 bendera di tancap,apakah
usai mengelar HUT, bendera di tingalkan atau bagaimana, sementara di ibu Kota
Ba’a tidak ada kegiatan yang berarti seperti kegiatan pengobatan gratis bagi
masyarakat, menginstruksikan warga untuk mengibarkan bendera di setiap rumah
tanggah,tetapi malah sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.” Katanya .(ido)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar