Jumat, 24 Agustus 2012

Veby Mesak : Rote Ndao belum merdeka dari KKN dan Kesehatan



BA’A,RND—Korupsi merupakan masalah yang sangat serius yang perlu di brantas bersama, karena korupsi adalah bentuk memperkaya diri sendiri dengan berbagai modus termasuk mengatasnamakan masyarakat,oleh karena itu dirinya mengajak  umat kristen yang mendapat jabatan mengunakan jabatan untuk mensejahteraan banyak orang bukan menggunakan diri sendiri, sebagai salah satu contoh pemerintah belum memihak pada rakyat adalahfasilitas RSU BA’A tidak diperhatikan,tetapi menjadi RSU rujukan   demikian diungkapkan Pdt. Veby Mesak,S.Th saat mempimpin ibadah ucapan syurkur HUT RI 67 tingkat kecamatan Lobalain,Jumat (17/8) pekan ini
Pdt.Veby Mesak,S.Th
Oleh karena itu, dirinya sebagai Tokoh agama selalu bergumul agar pemerintah memihak masyarakat dengan mengungi kegiatan seremonial,tetapi  membangun fasilitas rumah sakit dan tenaga medis untuk pelayanan sosial,padahal saat ini masyarakat menikmati HUT kemerdekana ke-67 sebuah usia yang sudah terbilang dewasa Namun belum merdeka dari kemiskinan, kesehatan, merdeka dari korupsi, oleh karena itu dirinya berharap agar pemerintah meneladani kepemimpinan nabi Nahum
Di Rote Ndao misalnya sering dimedia massa ada pejabat yang tersandung korupsi, dana masyarakat, fasilitas umum tidak diperhatikan dan berbagai persaolan memperkaya diri dengan mengatasnamakan rakyat.tanpa menyebutkan siapa pejabat yang dipenjara dan tersandung kasus dengan mengtasnamakan rakyat.”saya tidak bermaksud menghakimi siapa pejabat dan siapa yang dipenjara,namun itulah kenyataan di kabupaten Rote Ndao dan saya   mengilustrasikan nabi nahum dengan firman yang terpilih pada Nahum 2 : 3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya’’.katanya
Oleh karena itu, saya mengajak semua warga yang hadir untuk mengikuti ucapan syukur untuk bergumul tentang wilayah ini, karena banyak hal menyangkut kepentingan masyarakat tidak terakomodir,tetapi malah digunakan pemerintah untuk hal lain yang tidak bermanfaat untuk rakyat, sebagai contoh 6.700 bendera di tancap di Pulau Ndana. Sedangkan di Kabupaten Rote Ndao momentum HUT RI digelar sederhana, tanpa ada kegiatan sosial kemasyarakat, seperti adanya pengobatan gratis, dimerihakan dengan memasang bendera di semua rumah,tetapi malah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.”saya merasa aneh, di Pulau Ndana 6.700 bendera di tancap,apakah usai mengelar HUT, bendera di tingalkan atau bagaimana, sementara di ibu Kota Ba’a tidak ada kegiatan yang berarti seperti kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat, menginstruksikan warga untuk mengibarkan bendera di setiap rumah tanggah,tetapi malah sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.” Katanya .(ido)

Tidak ada komentar: