Selasa, 23 Oktober 2012

Belum Bayar Utang Kapal, Nelayan Adukan Pemda Ke DPRD


BA’A,RND-Sejumlah Nelayan yang selama ini berdomisili di RT.16.RW.08 Desa Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya (RBD) Kabupaten Rote Ndao mendatangi Gedung DPRD untuk mengadukan janji pemerintah daerah Rote Ndao saat mengangkut para panitia dan peserta upacara pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke-67 yang diselengarakan di Pulau Ndao dari Oeseli ke Pulau Ndao selama seminggu yakni dari tanggal 12 hingga 18 Agustus 2012,tetapi  belum dibayar hingga usai HUT,dan saat itupula Bupati berjanji melalui Bagian umum akan membayar semua biaya penyewaan dua kapal kayu dan 2 sampan milik warga Nelayan dengan hitungan setiap perahu akan dibayar per red Rp.1.250.00,- usai Kegiatan HUT, padahal para pemilik kapal sudah mendatangi Bupati Rote Ndao,Drs.Leonard Haning,MM sebanyak empat kali, namun tidak membuahkan hasil hal ini diungkapkan Muslimin Balick usai melakukan gelar pendapat dengan Komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao, Jumat (19/10) kemarin

Musliman Balick mengisahkan (12/8/2012) dirinnya bersama dengan beberapa rekan yang selama ini bekerja sebagai nelayan di Oeseli mendatapat tawaran dari Rombongan HUT RI bersama dengan Bupati Rote Ndao,Drs.Leoanrd Haning berbicara langsung dengan Musliman Balick dan Sandro Baco untuk menyiapkan perahunya agar disewa pemda dengan hitungan per red Rp.1.250 ribu dan usai kegiatan HUT pemda akan membayar, saat itu pula Musliman sebagai ketua kelompok Nelayan yang memiliki satu unit dengan nama Perahu Rote Ndao bersedia untuk melayani  para rombongan, dari awal (12/8 hingga 18/8) disaat siang dan malam sebanyak 15 red, sedangkan temannya Sandro Baco pemilik kapal Teluk Rote melayani rombongan sebanyak 18 red,namun hingga saat ini belum dibayar pemerintah daerah, Selain itu, dua unit sekoci juga digunakan pemerintah untuk membantu melayani para rombongan dari kapal kayu ke tepi,tetapi itu tidak dibicarakan harganya sehingga tidak dibayar juga

Lebih lanjut kata dia, usai kegiatan semua rombongan termasuk bupati Rote Ndao tidak membayar pelayanan itu, sehingga dirinya bersama dengan rekan-rekan nelayan mendatangi pemerintah daerah sebanyak 4 kali, dan biasanya bertemu dengan kepala bagain Umum (kabagumum) Melki Mesak, dan Bupati namun terus tidak terealisasi, dan alasan yang diberika Pak Bupati  bahwa dana itu  sudah di berikan kesemua SKPD dan yang akan membayar adalah SKPD, dan pertemuan dengan Kabag umum berjanji agar dana itu akan dibayar (18/10) kemarin,tetapi karena saat berkoordinasi tidak memberikan posetif pembayaran,terpaksa mendatangi kantor DPRD untuk mengadukan persoalan itu kata Musliman Balick    

Ia mengatakan dirinya bersama dengan sesama nelayan berharap agar pemerintah membayar karena saat melakukan pelayanan bolak-balik Pulau Ndana dan pelabuhan Oeseli mengutang bensin dan Solar dari nelayan lain, serta mengunakan jasa ABK, dan dirinya setiap hari didesak untuk membayar Hutang BBM yang sudah digunakan, jika pemerintah tidak membayar akan mematikan usahanya sebagai nelayan dan juga akan ada konflik sosial antara sesama rekan nelayan
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao asal Fraksi Gerindra Yakob Malelak mengatakan pihaknya akan menyurati pemerintah dan dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, Humas dan Protokol, Bagian Umum dan PPKAD untuk membayar hak para nelayan. ”kami akan menyurati pemerintah terkait persoalan itu, untuk dipecahkan bersama masalahnya agar tidak ada yang dirugikan apalagi rakyat yang harus diperhatikan pemerintah, jika pemerintah tidak membayar, itu seperti pemerintah rencana untuk melantarkan nelayan.” Kata Yakob.(ido)

Tidak ada komentar: