BA’A,RND-Pembangunan Proyek transmigrasi lokal Istua di Dusun
Kuli, Kec Lobalain, Kabupaten Rote Ndao menggunakan dana bantuan Kementrans Rp
3,8 miliar. Belum rampung pekerjaannya hanya 91%,tetapi sudah ditempati warga transmigrasi demikian sumber yang engan
disebutkan namanya kepada RND di Ba’a,Selasa (16/10) kemarin
Dia
mengatakan pelaksanaan pekerjaan tersebut dikuatirkan tepat waktu. Pada hal
sesuai Surat Dirjen Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
bahwa seluruh Translok yang dibangun pada tahun anggaran (TA) 2011 harus
selesai dan dapat dimanfaatkan paling lama tanggal 31 Oktober 2011.selain itu,
pekerjaan fisik Translok Istua sampai dengan dikeluarkannya addendum waktu, masih
banyak rumah yang masih belum selesai dikerjakan kontraktor pelaksana PT.Gelinding
Mas Wahana Nusa.
Dikatanya,Dugaan
menghilangkan jejak hukum,Pasalnya banyak spesifikasi yang tidak sesuai.
Misalnya, bahan bangunan yang digunakan untuk pengerjaan 100 unit rumah di
lokasi tersebut,tetapi telah ditempati warga, padahal item pekerjaan baru
mencapai 91%, karena beberapa item pekerjaan tidak diselesaikan dikerjakan
kontraktor hal ini diakui kepala Nakertrans Kabupaten Rote Ndao, Edi Haning
kepada RND di kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao,Selasa (16/10) kemarin
Dikatakan
Haning, saat ini sejumlah rumah transmigrasi sudah ditempati, tetapi mengenai persoalan pekerjaan pemerintah hanya
membayar 86% dari total capaian proyek 91%, hal ini dikarenakan kontraktor membayar
denda atau adendum sebesar Rp. 500.000 Juta, sedangkan fasilitas umum seperti
gedung Gereja Oikumene sudah rampung dan digunakan warga untuk beribadah
Item
yang belum selesai dikerjakan yakni dari 100 unit sumur hanya 22 sumur yang
dikerjakan, sedangkan lainya dikerjakan tetapi tidak bermanfaat, oleh karena
itu pemerintah kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2012 telah mengantisipasi kekurangan air di lokasi Translok Istua
dengan membangun Embung untuk warga di lokasi transmigrasi lokal (Translok) dengan
mengunakan dana APBD dengan Pagu dana Rp.200 juta dan saat ini pekerjaan Embung
sudah mencapai 90% dan beberapa waktu kedepan sudah digunakan untuk memenuhi
kebutuhan air bagi tanaman warga di Lokasi Istua.(ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar