Rabu, 17 Oktober 2012

Menghilangkan Jejak Hukum Translok Istua Ditempati Warga



BA’A,RND-Pembangunan  Proyek transmigrasi lokal Istua di Dusun Kuli, Kec Lobalain, Kabupaten Rote Ndao menggunakan dana bantuan Kementrans Rp 3,8 miliar. Belum rampung pekerjaannya hanya 91%,tetapi sudah ditempati  warga transmigrasi demikian sumber yang engan disebutkan namanya kepada RND di Ba’a,Selasa (16/10) kemarin
Dia mengatakan pelaksanaan pekerjaan tersebut dikuatirkan tepat waktu. Pada hal sesuai Surat Dirjen Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI bahwa seluruh Translok yang dibangun pada tahun anggaran (TA) 2011 harus selesai dan dapat dimanfaatkan paling lama tanggal 31 Oktober 2011.selain itu, pekerjaan fisik Translok Istua sampai dengan dikeluarkannya addendum waktu, masih banyak rumah yang masih belum selesai dikerjakan kontraktor pelaksana PT.Gelinding Mas Wahana Nusa.
Dikatanya,Dugaan menghilangkan jejak hukum,Pasalnya banyak spesifikasi yang tidak sesuai. Misalnya, bahan bangunan yang digunakan untuk pengerjaan 100 unit rumah di lokasi tersebut,tetapi telah ditempati warga, padahal item pekerjaan baru mencapai 91%, karena beberapa item pekerjaan tidak diselesaikan dikerjakan kontraktor hal ini diakui kepala Nakertrans Kabupaten Rote Ndao, Edi Haning kepada RND di kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao,Selasa (16/10) kemarin
Dikatakan Haning, saat ini sejumlah rumah transmigrasi sudah ditempati, tetapi  mengenai persoalan pekerjaan pemerintah hanya membayar 86% dari total capaian proyek  91%, hal ini dikarenakan kontraktor membayar denda atau adendum sebesar Rp. 500.000 Juta, sedangkan fasilitas umum seperti gedung Gereja Oikumene sudah rampung dan digunakan warga untuk beribadah  
Item yang belum selesai dikerjakan yakni dari 100 unit sumur hanya 22 sumur yang dikerjakan, sedangkan lainya dikerjakan tetapi tidak bermanfaat, oleh karena itu pemerintah kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2012  telah mengantisipasi  kekurangan air di lokasi Translok Istua dengan membangun Embung untuk warga di lokasi transmigrasi lokal (Translok) dengan mengunakan dana APBD dengan Pagu dana Rp.200 juta dan saat ini pekerjaan Embung sudah mencapai 90% dan beberapa waktu kedepan sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman warga di Lokasi Istua.(ido)

Tidak ada komentar: