Kamis, 11 Oktober 2012

Minim tenaga pengajar satu guru mengajar rangkap matapelajaran



Jane Irene Mooy,S.Pd
BA’A,RND-Tiada rotan akar pun jadi kalimat klasik ini pantas diembelkan kepada para guru yang mengajar di Sekolah Menegah Atas (SMA) Kristen Siloam Kecamatan Lobalaian Kabupaten Rote Ndao,akibat kekurangan Guru Mata pelajaran sekolah tersebut perlakukan sistem mengajar ganda bagi guru yang memiliki latar belakang pendidikan semirip dengan Mata pelajaran yang mirip dengan mata pelajaran yang diasuh membantu mengajar di jurusan itu demikian diungkapkan kepala Sekolah SMA Kristen Siloam,Jane Irene Mooy,S.Pd kepada RND diruang kerjanya,Kamis (11/10) kemarin yang juga guru mata pelajaran Kimia pada SMA Kristen Siloam
Jane mengisahkan sekolahnya saat ini masih sangat terbatas dalam fasilitas,dimana tidak adanya Laboratorium IPA,Laboratorium Komputer,sehingga mengantisipasi kekurangan fasilitas itu mengunakan metode eksprimen, yakni membuat peragaan alat sesuai dengan pokok bahasan, yang semirip dengan alat asli, walau sekolah tersebut saat ini memiliki 15 guru yang berlatar belakang strata satu (S1),tetapi masih diakui adanya kekurangan beberapa guru mata pelajaran misalnya Matematika, Penjas dan Geografi, sehingga pihak sekolah menyiasati guru mata pelajaran disekolah itu dengan sistem guru mata pelajaran lain  diperbantukan mengajar dua matapelajaran sekaligus misalnya Guru Komputer mengajar Mata pelajaran TIK dan Penjas, Guru IPS yang berlatar belakang IPS mengajar Mata Pelajaran Sosiologi dan Geografi, Guru Kimia mengajar matematika
Disingung mengenai jumlah siswa yang akan menguikuti Ujian Nasional  tahun ajaran 2012/2013 mendatang Irene mengatakan jumlah siswa yang akan mengikuti Ujian berjumlah 37 siswa terbagi dalam dua jurusan yakni Jurusan IPA sebanyak 17 siswa dan IPS berjumlah 20 siswa,sekolah tersebut untuk itu Pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dengan komite dan orang tua untuk pelaksanana Les tambahan yang  direncanakan  awal November 2012 atau akhir semester I, sudah akan dilakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tambahan bagi siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) katanya
Ia mengatakan karena siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah itu rata-rata dari keluarga petani sehingga biaya untuk les tambahan belum dilakukan pengutan,tetapi masih akan dilakukan pertemuan usai Ujian Semester I akhir Oktiber,” kami  masih menunggu hasil pertemuan antara komite sekolah dan para orang tua siswa di sekolah itu untuk membicarakan biaya karena rata-rata siswa yang mengikuti pendidikan disekolah ini adalah anak petani dan nelayan yang ada di Tulandale dan perkampungan Ndao di Namodale”.
Irene juga mengatakan sejak dirinya menjabat kepala sekolah sejak awal tahun 2011 silam untuk mempertahankan prestasi Kelulusan 100% yang sudah tiga tahun yang telah dicapai mengunakan metode diskusi, cerama dan tanya jawab metode itu digunakan sesuia dengan pokok bahasan yang ada, selain itu juga dirinya selalu melakukan komunikasi persusif dengan para guru untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi para siswa  katanya.(ido)

Tidak ada komentar: