| Jane Irene Mooy,S.Pd |
BA’A,RND-Tiada
rotan akar pun jadi kalimat klasik ini pantas diembelkan kepada para guru yang
mengajar di Sekolah Menegah Atas (SMA) Kristen Siloam Kecamatan Lobalaian Kabupaten
Rote Ndao,akibat kekurangan Guru Mata pelajaran sekolah tersebut perlakukan
sistem mengajar ganda bagi guru yang memiliki latar belakang pendidikan semirip
dengan Mata pelajaran yang mirip dengan mata pelajaran yang diasuh membantu mengajar
di jurusan itu demikian diungkapkan kepala Sekolah SMA Kristen Siloam,Jane
Irene Mooy,S.Pd kepada RND diruang kerjanya,Kamis (11/10) kemarin yang juga
guru mata pelajaran Kimia pada SMA Kristen Siloam
Jane mengisahkan
sekolahnya saat ini masih sangat terbatas dalam fasilitas,dimana tidak adanya
Laboratorium IPA,Laboratorium Komputer,sehingga mengantisipasi kekurangan
fasilitas itu mengunakan metode eksprimen, yakni membuat peragaan alat sesuai
dengan pokok bahasan, yang semirip dengan alat asli, walau sekolah tersebut
saat ini memiliki 15 guru yang berlatar belakang strata satu (S1),tetapi masih
diakui adanya kekurangan beberapa guru mata pelajaran misalnya Matematika,
Penjas dan Geografi, sehingga pihak sekolah menyiasati guru mata pelajaran
disekolah itu dengan sistem guru mata pelajaran lain diperbantukan mengajar dua matapelajaran
sekaligus misalnya Guru Komputer mengajar Mata pelajaran TIK dan Penjas, Guru
IPS yang berlatar belakang IPS mengajar Mata Pelajaran Sosiologi dan Geografi, Guru
Kimia mengajar matematika
Disingung mengenai
jumlah siswa yang akan menguikuti Ujian Nasional tahun ajaran 2012/2013 mendatang Irene
mengatakan jumlah siswa yang akan mengikuti Ujian berjumlah 37 siswa terbagi
dalam dua jurusan yakni Jurusan IPA sebanyak 17 siswa dan IPS berjumlah 20
siswa,sekolah tersebut untuk itu Pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dengan
komite dan orang tua untuk pelaksanana Les tambahan yang direncanakan
awal November 2012 atau akhir semester I, sudah akan dilakukan Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) tambahan bagi siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional
(UN) katanya
Ia mengatakan karena
siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah itu rata-rata dari keluarga petani
sehingga biaya untuk les tambahan belum dilakukan pengutan,tetapi masih akan
dilakukan pertemuan usai Ujian Semester I akhir Oktiber,” kami masih menunggu hasil pertemuan antara komite
sekolah dan para orang tua siswa di sekolah itu untuk membicarakan biaya karena
rata-rata siswa yang mengikuti pendidikan disekolah ini adalah anak petani dan
nelayan yang ada di Tulandale dan perkampungan Ndao di Namodale”.
Irene juga mengatakan
sejak dirinya menjabat kepala sekolah sejak awal tahun 2011 silam untuk
mempertahankan prestasi Kelulusan 100% yang sudah tiga tahun yang telah dicapai
mengunakan metode diskusi, cerama dan tanya jawab metode itu digunakan sesuia
dengan pokok bahasan yang ada, selain itu juga dirinya selalu melakukan
komunikasi persusif dengan para guru untuk mencari solusi permasalahan yang
dihadapi para siswa katanya.(ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar