Rabu, 10 Oktober 2012

Bendahara PNPM Desa Lidor diduga fiktifkan sejumlah dana


BA’A,RND-Bendahara Program Nasional Mandiri Pedesaan (PNPM) Desa Lidor Kecamatan Rote Barat Laut (RBL) diduga memperkaya diri, bagaimana tidak dalam pembayaran sejumlah kegiaatan di Desa Itu tahuan anggaran 2011/2012, selalu ada indikasi kwitansi kosong kepada para warga penerima manfaat
namun sayangya, saat ini perilakunya sudah dibeberkan dua warga Lidor Agus Hili dengan Endi Henuk menemukan perbedaan nilai kwitansi di kecamatan tidak sama dengan yang ada dikecamatan  demikian diungkapkan Bernadus Saduk kepada RND di Ba’a, Rabu (10/10) kemarin
Saduk mengisahkan sejumlah kecurangan yang didapati pembelanjaan PMT-Kurang Gizi dimana Bastian Filly disodorokan kwitansi hanya sebanyak Rp.2.610.00,tetapi di laporkan di tingkat kecamatan menerimah Rp.4.435.00, selain itu juga ada keganjalan lain Biaya Penyuluhan Belita yang diterima bastian Filly Rp.305.000,- sedangkan dilaporkan di kecamatan sebesar Rp.870.400,
Warga lain juga mengaku mendapat perlakuan penipuan yang sama yakni Meri lapikoli kader pos yandu di Desa Lidor yakni menerima Uang Rp.2.70.000,- dua juta tujuh puluh ribu untuk pembelajanan PMT-Kurang Gizi,Sedangkan temuan yang difiktifkan sebanyak Rp.2.956.800., selain itu Meri Juga temuan di kecamatan Biaya PMT Penyuluhan Belita dana Rp. 924.800.00,- sedangkan di Desa Meri Lapikoli hanya menerima bahan yang dibelanjakan oleh bendahara PNPM Yusuf Adu
Selain itu biaya penyuluhan Pendidikan  walau kegiatan tidak ada,tetapi ada laporoan pertangung jawaban, itu pengakuan Ketua TPK PNPM Desa Lidor (Benyamin Henuk) di Desa Lidor sebanyak Rp. 1.500.00  pernyatan itu terungkap saat rapat BPD di Desa Lidor (4/10) 2012 di kantor Desa Lidor
Saduk mengatakan mengetahui adanya keganjalan itu,pihaknya melaporkan persoalan itu ke Kepala BPD Desa Lidor agar bendahara segera menganti rugi dan juga diberhentikan dari jabatanya, karena tidak mengabdi kepada masyarakat tetapi memperkaya diri, namun hingga saat ini kepala BPD Desa Lidor,Adolof Hilly belum memberikan keputusan dengan alasan  dalam waktu dekat terus menerus katanya.(ido)

Tidak ada komentar: