Kamis, 29 Maret 2012

Mahasiswa DEMO TOLAK KENAIKAN HARGA BBM



Ba’a,RND-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ba'a, Kamis (29/3), menggelar aksi demo menolak rencana kenaikan harga BBM. Dalam aksi tersebut GMKI Cabang Ba'a secara tegas menolak kenaikan harga BBM.
GMKI BA'A GELAR DEMO DI DPRD ROTE NDAO
Pantauan Wartawan aksi tersebut dimulai dari persimpangan jalan Hutomo menuju kantor DPRD setempat yang dikawal anggota Polres Rote Ndao. Dalam long marc itu para pendemo meneriakan pemerintah dan DPRD Kabupaten Rote Ndao jangan diam dan tidur, tetapi bangun dan lihat keresahan masyarakat yang terjadi saat ini.
Tiba di kantor DPRD setempat, pendemo berorasi didepan gerbang sekira 20 menit. Terlihat Korlap Demo, Sory Sakarias sementara melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian untuk diperbolehkan masuk dan bertemu dengan anggota DPRD untuk berdialog. Akhirnya pendemopun diberikan kesempatan untuk bertemu dan melakukan dialog dengan anggota DPRD setempat.
Wakil Ketua DPRD, David Detaq bersama lima orang anggota lainnya menerima pendemo diruang sidang utama dan melakukan dialog. Hadir juga saat itu Kapolres Rote Ndao, AKBP Hidayat yang langsung turun mengawal aksi tersebut.
Kabid AP, Sory Sakarias yang juga Korlap demo yang diberi kesempatan membacakan pernyataan sikap mengatakan, opsi kenaikan harga premium bersubsidi ini GMKI secara nasional menolak, karena dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah, kenaikan harga BBM dapat memicu naiknya harga barang-barang pokok dan biaya transportasi publik dan tentunya dapat memperburuk perekonomian masyarakat dan Rote Ndao adalah daerah kepuluauan yang tentunya dalam memasok BBM pun harus dari luar daerah (kupang) dan ini membuat harga BBM lebih mahal. harga ini menjadi lebih sulit dijangkau oleh masyarakat kecil serta pemerintah harusnya mengambil langkah alternatif lain dalam menutupi defisit APBN dan bukan menaikan harga BBM.
GMKI juga katanya merekomendasikan kepada DPRD, agar pemerintah Rote Ndao saat ini harus menghadirkan dan memiliki stasiun Pengisian Bahan Bakar umum ( SPBU) sendiri.
Sedangkan Ketua Cabang GMKI Ba'a, George Ndun menjelaskan, kondisi Rote Ndao yang dari dulu sampai sekarang yang tidak memiliki SPBU, dengan naiknya harga BBM itu nanti, maka rakyat akan semakin dipersulit dalam segala hal. Hal itu karena kenaikan harga BBM akan diikuti dengan kenaikan harga barang-barang lainnya.
"Kita di Rote ini yang ada pertamini, sehingga harga bensin 4.500 perliter di kupang, sampai dikita harga dijalan 6000-7000 bahkan pernah mencapai 10.000 perliter," kata Ndun.
Sehingga DPRD diminta untuk segerah melakukan penertiban dan memperjuangkan SPBU agar ada segerah dibangun di Rote.
Menanggapi itu, Anggota DPRD Yan Manafe, ST. Haning dan Frans Mooy dengan tegas mengatakan mendukung penuh aksi dari GMKI yang mewakili masyarakat di Rote yang menyerukan menolak rencana kenaikan harga BBM pada 1 April mendatang.
"saya dorong teman-teman di DPRD untuk mendukung aksi ini dan bersama-sama menolak kenaikan harga BBM. Saya yang punya gaji setiap bulan saja merasa beban jika harga BBM naik, apalagi kita punya masyarakat yang nota bene bertani, pasti lebih sulit lagi," tandas Manafe.
ST. Haning mendukung untuk dibangunnya SPBU di Rote. Dia juga berharap pihak kepolisian dapat membantu melakukan penertiban dan operasi di agen-agen minyak, agar apabila harga bensin jadi naik tidak terjadi gejolak sosial di masyarakat. " kita di Rote baru rencana naik barang yang lain sudah naik, sehingga saya nengajak mari kita bergandengan tangan meminimalisir gejolak itu," ujar Haning.
Hanok Lenggu, ketua Komisi A, mengatakan, kenaikan harga BBM akan berdampak pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu seluruh unsur penyelenggara pemerintahan di daerah ini harus memiliki satu kesepakatan terkait kenaikan harga BBM, jika besok harga itu naik, maka langkah apa yang harus di ambil.
Sementara wakil ketua DPRD, David Detaq mengatakan, kewenangan tidak ada pada kita, akan tetapi aspirasi ini akan diteruskan ke pemerintah provinsi dan pusat, melalui surat yang akan dikirim oleh DPRD Kabupaten Rote Ndao.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Hidayat, pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya telah mengambil sikap untuk melakukan pengawasan di setiap agen dan apabila didapati menimbun BBM maka pihaknya akan menindak tegas. "saya sudah perintahkan anggota untuk pengamanan tertutup dan terbuka disetiap titik-titik penjual BBM," ujarnya.
selain itu katanya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Rote Ndao terkait stok BBM. (ido)

Tidak ada komentar: