Rabu, 26 September 2012

Polres Rote Ndao gagalkan 9 TKI Ilegal



BA’A-RND—Kepolisian daerah Rote Ndao (Polres) berhasil mengagalkan 9 orang Tenaga Kerja Indoensia  (TKI) ilegal yang hendak diberangkat ke sabah malaysia dipelabuhan Ba’a, Sabtu (23/9) pekan ini dari ke 9 orang tenaga kerja itu sebanyak 9 orang berasal dari kecamatan Rote Timur dan 2 orang berasal dari kecataman pantai baru bersama dengan orang yang merekrut (calo) para TKI itu yakni Melkianus Bauana (24) warga Dusun oengae desa Tungganamo kecamatan pantai baru yang merupakan TKI yang sudah dua tahun bekerja di sabah malaysia Timur demikian diungkapkan Kapolres Rote Ndao, Drs.AKBP Hidayat kepada RND diruang kerjanya,Senin (24/9) kemarin
Hidayat mengatakan penangkapan terhadap perekrut dan juga para calon TKI karena berjalan berkelompok dan informasi dari masyarakat bahwa ke 9 TKI direkrut untuk dipekerjakan di malasya
Sehingga Pihak kelpolisian melakukan pemeriksaan dan berhasil mengagalkan para TKI itu, dan saat dilakukan pemeriksaan pihak kepolisian semuanya tidak dilengkapi dokemne resmi seperti paspor  dan hasil pemeriksaan juga ada  pengakuan  dari pihak yang melakukan perekrut Melki Buana bahwa para calon TKI ilegal itu  dijadwalkan berangkat dari kabupaten Rote Ndao akan  menuju Kupang, transit ke Surabaya dan akan menuju ke Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), dan akan masuk  ke malasya timur melalui jalur Entikong  salah satu wilayah yang sering digunakan para TKI ilegal untuk menyusup masuk ke Malaysia katanya Hidayat
Dikatakanya, sebelum para calon TKI yang berhasil digagalkan keberangkatn dengan calo itu dilakukan pembinaan dan dipulangkan kekeluarga, materi pembinaan yang dilakaukan di markas kepolisian Rote Ndao yakni agar para TKI tidak tergiur dengan bujuk rayu yang dilakukan para calo, apalagi pergi tanpa dilengkapi dokumen resmi dari pihak pemerintah akan menuai persoalan dan juga tiba di malaysia tentu jadi pihak yang dikejar-kejar aparat kepolisian di malaysia
Menanggapui persoalan yang ada pihak kepolisian akan bekerja sama dengan pihak Nakertrans kabupaten Rote Ndao untuk melakukan sosialisasi tentang ketertiban masyarakat termasuk pemberian pengetahuan agar tidak terprovokasi dengan calo yang menawarkan pekerjaan keluar negeri tanpa dokemen resmi, karena selama ini memang banyak yang direkrut  dan pihak kepolisian tidak berhasil mengagalkan karena pergi sendiri dari kabupaten Rote Ndao katanya.(ido)

Tidak ada komentar: