BA’A-RND—Kepolisian
daerah Rote Ndao (Polres) berhasil mengagalkan 9 orang Tenaga Kerja
Indoensia (TKI) ilegal yang hendak
diberangkat ke sabah malaysia dipelabuhan Ba’a, Sabtu (23/9) pekan ini dari ke
9 orang tenaga kerja itu sebanyak 9 orang berasal dari kecamatan Rote Timur dan
2 orang berasal dari kecataman pantai baru bersama dengan orang yang merekrut (calo)
para TKI itu yakni Melkianus Bauana (24) warga Dusun oengae desa Tungganamo
kecamatan pantai baru yang merupakan TKI yang sudah dua tahun bekerja di sabah
malaysia Timur demikian diungkapkan Kapolres Rote Ndao, Drs.AKBP Hidayat kepada
RND diruang kerjanya,Senin (24/9) kemarin
Hidayat mengatakan
penangkapan terhadap perekrut dan juga para calon TKI karena berjalan
berkelompok dan informasi dari masyarakat bahwa ke 9 TKI direkrut untuk
dipekerjakan di malasya
Sehingga Pihak
kelpolisian melakukan pemeriksaan dan berhasil mengagalkan para TKI itu, dan
saat dilakukan pemeriksaan pihak kepolisian semuanya tidak dilengkapi dokemne
resmi seperti paspor dan hasil
pemeriksaan juga ada pengakuan dari pihak yang melakukan perekrut Melki Buana
bahwa para calon TKI ilegal itu
dijadwalkan berangkat dari kabupaten Rote Ndao akan menuju Kupang, transit ke Surabaya dan akan
menuju ke Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), dan akan masuk ke malasya timur melalui jalur Entikong salah satu wilayah yang sering digunakan para
TKI ilegal untuk menyusup masuk ke Malaysia katanya Hidayat
Dikatakanya, sebelum
para calon TKI yang berhasil digagalkan keberangkatn dengan calo itu dilakukan
pembinaan dan dipulangkan kekeluarga, materi pembinaan yang dilakaukan di
markas kepolisian Rote Ndao yakni agar para TKI tidak tergiur dengan bujuk rayu
yang dilakukan para calo, apalagi pergi tanpa dilengkapi dokumen resmi dari
pihak pemerintah akan menuai persoalan dan juga tiba di malaysia tentu jadi
pihak yang dikejar-kejar aparat kepolisian di malaysia
Menanggapui persoalan
yang ada pihak kepolisian akan bekerja sama dengan pihak Nakertrans kabupaten
Rote Ndao untuk melakukan sosialisasi tentang ketertiban masyarakat termasuk
pemberian pengetahuan agar tidak terprovokasi dengan calo yang menawarkan
pekerjaan keluar negeri tanpa dokemen resmi, karena selama ini memang banyak
yang direkrut dan pihak kepolisian tidak
berhasil mengagalkan karena pergi sendiri dari kabupaten Rote Ndao katanya.(ido)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar